Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Selamat Datang di BLOG Scout SMA Islam Watulimo

Motto Gerakan Pramuka

Satyaku Ku Dharmakan, Dharmaku Ku Bhaktikan

Motto Gerakan Pramuka

Satyaku Ku Darmakan Darmaku Ku Baktikan.

Motivasi

Orang yang selalu Beralasan selamanya tidak akan menemui Kemajuan pada Dirinya.

Inspirasiku

Hidup di dunia ini hanya sekali, dan tidak akan terulang kembali, jadikan gunakan waktu hidupmu untuk sesuatu yang bermanfaat buat diri sendiri dan orang lain.

Kontak Kami

SMA Islam Watulimo - Jl. Raya Pantai Prigi Gg. Masjid Jami Slawe - Kecamatan Watulimo - Kabupaten Trenggalek Kode Pos 66382.

Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Maret 2016

Indonesia Scouts Challenge 2015-2016

INDONESIA SCOUTS CHALLENGE 2015-2016 

BERSAMA ANTANGIN JUNIOR


Aktivitas seru berkemah dan berkompetisi memperebutkan gelar juara nasional serta mengejar impian terbang ke Amerika! Berbagai kegiatan menyenangkan dikemas secara modern dan menghibur menggunakan metode kepramukaan sebagai landasan. Diikuti oleh pelajar kelas 4 dan 5 Sekolah Dasar/MI maksimal berusia 12 tahun pada tahun ajaran 2015/2016 dari 7 Provinsi, yaitu Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, DI Jogjakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.

SYARAT PENDAFTARAN :
Pendaftaran terbuka untuk Gugus Depan (Gudep) atau Satuan Komunitas (Sako). Boleh mengirimkan lebih dari satu regu putra & putri.
  • Setiap regu terdiri 10 orang anggota regu (termasuk Pemimpin Regu) dan 1 orang pembina.
  • Masing-masing anggota regu memberikan biaya perkemahan (camp fee) sebesar 100.000,-
  • Wajib mengisi dan melengkapi formulir pendaftaran.
  • Pendaftaran dapat dilakukan di Kwarcab masing-masing atau kantor Jawa Pos Group setempat

CARA MENDAFTAR
  1. Ambil formulir pendaftaran di Kwarcab masing-masing daerah atau Jawa Pos Group atau download di sini
  2. Isi formulir pendaftaran sesuai petunjuk dan pastikan semua syarat lengkap.
  3. Serahkan di Kwarcab masing-masing daerah atau kantor Jawa Pos Group setempat.

Rabu, 17 Februari 2016

Pramuka Gelar Kompetisi ISC di Tujuh Provinsi

Jakarta - Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Pramuka Adhyaksa Dault mengatakan bahwa Pramuka sebagai organisasi pendidikan non formal bukanlah organisasi kuno atau "jadul" karena banyak kegiatan berbasis iptek yang disisipkan dalam perkemahan.

"Yang kita hadapi ini generasi cyber yang lahir tahun 2000an dan hampir 24 jam dihabiskan di dunia maya, Oleh karenanya, kami susun pasukan cyber Pramuka sehingga saat berkemah juga diajarkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi," kata Adhyaksa saat konferensi pers "Indonesia Scouts Challenge" di Gedung Kwarnas Jakarta, Selasa.

Adhyaksa mengatakan dalam kompetisi Pramuka nasional yang diadakan oleh Kwarnas bersama salah satu perusahaan minuman herbal Indonesia bernama "Indonesia Scouts Challenge" 2015-2016 dapat membangun kreativitas, kemandirian dan cinta alam oleh anak-anak yang umumnya masih duduk di sekolah dasar.

Kompetisi yang telah bergulir sejak November 2015 ini selain mengasah kemampuan metode dasar Pramuka, seperti P3K, semapur dan sandi morse, juga memberikan keseruan anak-anak lewat permainan teka-teki, tebak lagu dan kuis cerdas cermat.

Menurutnya, pendekatan anak-anak generasi tahun 2000an dapat dilakukan dengan permainan ketangkasan dan cerdas cermat yang disisipkan dalam kompetisi serta dikemas dengan penggunaan teknologi canggih seperti layar lebar LED dan memasukkan karakter kartun modern.

Namun demikian, kompetisi yang ditujukan oleh penggalang ramu kelas 4 dan 5 SD ini tidak mengesampingkan Dasa Darma Pramuka meskipun ada sentuhan permainan modern.

ISC yang digelar di tujuh provinsi, yaitu Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Yogyakarta, Jawa Timur dan Bali ini memberikan kesempatan setiap regu di kabupaten atau kota untuk berpartisipasi.

Nantinya, dua regu dari putra dan putri yang lolos hingga ke babak final pada seleksi nasional akan memenangkan hadiah utama berlibur dan belajar ke Amerika Serikat pada November 2016.

Sumber: http://www.antaranews.com/berita/545489/pramuka-gelar-kompetisi-isc-di-tujuh-provinsi

Selasa, 16 Februari 2016

Pramuka Lebih Modern di Indonesia

Pramuka Lebih Modern di Indonesia Scouts Challenge

Kwartir Nasional Gerakan Pramuka terus melakukan revitalisasi kepramukaan di Tanah Air. Berbagai inovasi dicanangkan agar pramuka selalu relevan dengan zaman.Salah satunya penyelenggaraan Indonesia Scouts Challenge (ISC) 2015-2016 bersama Antangin Junior.

Kegiatan ini dilakukan di tujuh provinsi, yakni Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.ISC 2015-2016 terdiri dari aktivitas berkemah sekaligus berkompetisi bagi Penggalang Ramu yang duduk di kelas 4 dan 5 SD.

Kegiatannya diramu secara modern dan fun, namun tetap menggunakan metode kepramukaan sebagai landasan.Para peserta harus bersaing mulai dari tingkat kota/kabupaten, berlanjut ke jenjang provinsi, hingga babak final nasional pada Oktober 2016 mendatang. Pemenang nasional akan diberi hadiah berangkat ke Amerika Serikat.

"Kegiatan ini akan menambah gairah anak-anak untuk mencintai pramuka. Anak-anak bisa mendapatkan pembinaan, apalagi belakangan ada kekosongan pembinaan genalerasi muda," kata Ketua Kwarnas Adhyaksa Dault saat jumpa pers di Gedung Kwarnas Gerakan Pramuka, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Selasa (16/2).

Mantan Menpora tersebut menambahkan, ISC kali ini berbeda dengan kegiatan pramuka biasa. Pasalnya ada berbagai inovasi yang dilakukan agar pramuka selalu relevan dengan zaman dan disukai anak muda. "Lebih keren, gembira, dan asyik. Sebab, kami tidak ingin pramuka dianggap kuno, lama, dan jadul," ucapnya.

http://www.jawapos.com/read/2016/02/16/18282/pramuka-lebih-modern-di-indonesia-scouts-challenge/1

Sabtu, 13 Februari 2016

Kerjasama Pesantren - Pramuka

Jakarta - Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka berencana akan melakukan kerjasama dengan pondok pesantren dalam pelatihan bagi tenaga pelatih pramuka bagi santri dan madrasah.

Adhyaksa Dault, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka mengatakan bahwa program untuk memberikan perhatian khusus kepada pramuka di madrasah dan pondok pesantren itu akan segera direalisasikan dalam waktu dekat.

“Insya Allah, dalam waktu dekat ini kita lakukan. Akhir bulan,” tegasnya kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jum’at (12/2).

Menurutnya kerjasama itu sangatlah penting untuk mencetak generasi yang lebih baik guna meningkatkan ketaqwaan.

Pramuka adalah kader bangsa yang siap bekerja di mana saja serta dalam kondisi apapun juga media belajar yang sangat efektif dan wahana bagi pembentukan karakter generasi muda bangsa.

“Tujuannya membentuk karakter agar generasi muda lebih berkualitas. Selain taat beribadah. LGBT, narkoba, mau dilawan pakai apa kalau bukan iman yang tinggi,” imbuhnya.

Adhyaksa mengatakan bahwa pesantren itu ujung tombak untuk menyelamatkan bangsa, peran pesantren sendiri dalam kemerdekaan Indonesia sangat besar.

“Lihat pahlawan-pahlawan, HOS Cokroaminoto, Ahmad Dahlan, KH. Hasyim Asyari, mereka dari pesantren semua,” ujarnya.

Adyakhsa menambahkan, kerjasama Gerakan Pramuka dengan pesantren juga meliputi peningkatan kualitas pesantren, keahlian pertahanan, serta kemandirian.(L/M09/R05)

http://mirajnews.com/id/adhyaksa-dault-kerjasama-pesantren-pramuka-tingkatkan-kualitas-dan-taat-beribadah-generasi-muda/101054/

Rabu, 10 Februari 2016

Kemdikbud akan Bina Pramuka

Pembinaan organisasi Praja Muda Karana (Pramuka) akan dikembalikan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Sebelumnya, koordinasi pembinaan berada di bawah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Ketua Kwartir Nasional Pramuka, Adhyaksa Dault mengatakan hal itu dalam jumpa pers usai bertemu Presiden Joko Widodo di komplek Kantor Kepresidenan, Jakarta, kemarin, untuk melaporkan pelaksanaan Jambore Nasional Pramuka ke-X di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, 14-23 Agustus 2016. “Presiden Joko Widodo dan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi telah menyetujui peru­­bahan pembinaan kep­ra­mukaan tersebut,” kata Adhyaksa, Jumat (5/2).

Menurut dia, anggota pramuka rata-rata berumur 17 tahun ke bawah yang semuanya masih usia sekolah. Dengan begitu, akan lebih tepat dibina oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Sementara itu Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi mengatakan, perubahan koordinasi pembinaan pramuka tersebut dilakukan setelah ada revisi undang-undang tentang pramuka.

“Di undang-undang kan disebutkan bahwa koordinasi pembinaan pramuka ditangani kementerian yang membidangi pemuda sehingga undang-undangnya perlu direvisi menjadi kementerian yang membidangi pendidikan,” katanya.

Nahrawi menambahkan, cepat atau lambatnya perubahan pembinaan pramuka itu tergantung sepenuhnya kepada pengurus Kwartir Nasional Pramuka. Dia berharap, pembinaan kepramukaan akan lebih baik jika ditangani Kemdikbud sebab akan memiliki anggaran lebih besar jika dibanding dengan Kemenpora.

“Kementerian yang saya pimpin memiliki anggaran kepemudaan kecil, sedangkan kebutuhan pramuka sangat besar, sehingga akan lebih tepat pembinaan pramuka dilakukan Kemdikbud,” ujar Nahrawi.

Sumber: http://www.jurnalasia.com/2016/02/06/kemdikbud-akan-bina-pramuka/

Selasa, 09 Februari 2016

Pramuka dan Jurnalisme

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” (Pramoedya Ananta Toer)

Jurnalisme erat kaitannya dengan aktivitas menulis.  Membaca menjadi akar dari terciptanya budaya menulis. Oleh karena itu, membaca dan menulis menjadi sebuah aktivitas yang perkembangannya beriringan.  Untuk mampu menulis sebuah tulisan yang apik, harus dibarengi dengan membaca bacaan yang apik pula.

Di samping itu, berdasarkan data UNESCO Tahun 2012 menunjukkan bahwa, angka minat baca di Indonesia adalah 0,001. Artinya, hanya ada 1 dari 1.000 orang penduduk Indonesia yang memiliki minat baca serius. Jika jumlah penduduk Indonesia pada 2014 sebanyak 252,2 juta penduduk, hanya ada 252.200 orang yang memiliki minat baca serius. (IKAPI, 2015) di sisi lain, berdasarkan sumber data yang sama, kira-kira hanya ada 30.000 judul buku yang diterbitkan setiap tahun di Indonesia. Angka minat baca dan jumlah judul buku yang diterbitkan ini tentunya masih tergolong sangat kecil, jika dibandingkan jumlah penduduk di Indonesia.

Jauh sebelum terbentuknya budaya komunikasi yang bisa diexspresikan lewat tulisan,  komunikasi antar manusia sangat bergantung pada komunikasi verbal dan nonverbal. Hari ini, menulis menjadi sebauh aktivitas yang penting, dengan tulisan, seseorang dapat terangkat derajatnya. Tak berlebihan nampaknya jika kutipan dari Pramoedya Ananta Toer diatas mengawali tulisan ini. Pakde Pramoodya mengatakan bahwa "Menulis adalah bekerja untuk keabadian, karena tanpa menulis, orang dengan IQ tetinggi di dunia pun akan hilang dari masyarakat dan sejarah." Jika difikir mendalam, sebenarnya beliau sedng merangsang manusia agar gemar menulis.  Juga perlu dicatat bahwa, dahulu beberapa pejuang kemerdekaan Indonesia menggunakan tulisan-tulisa sebagai instrument memperjuangkan kemerdekaan. Di era-era itulah Bintang Timoer, Bintang Barat, Java Bode, dan Medan Prijaji terbit. Ternyata menulis itu penting!

Hari ini, fenomena maraknya media sosial dikit demi sedikti merubah tatanan masyarakat. Kini masyarakat terbelah menjadi dua, masyarakat nyata dan maya.  Makin kesini media-media sosial ini seakan mengontrol kehidupan pemakainya. Bagaimana tidak, setiap hari dilalui, tanpa seharipun absen untuk update status dan “check” time line media sosial pribadinya. Semakin banyak yang melatar belakangi, semakin sering pengguna medsos akan mengecek timeline. Ada yang bertujuan  mencari hiburan, meme, video, informasi, barang-barang menarik, sampai menjadi stalker untuk mengendus keseharian wanita atau pria yang sedang di incar.

Oleh karena itu, Dalam The Use of Social Media Technology in Universities: a Case of  Solusi University, Zimbabwe generasi modern ini disebut dengan banyak nama, antara lain  Screenager, Digital Natives dan Generation Y.

Menulis hal-hal positif  di media sosial pun mempunyai kesan dan dampak tersendiri bagi penggunanya.  Sudah banyak tulisan-tulisan pengguna media sosial yang merubah nasib seseorang dan kelompok. Sebaiknya, Pramuka Indonesia yang merupakan organisasi kepanduan dengan jumlah anggota terbesar di dunia, dengan jumlah nya kira kira sampai 21 juta orang juga turut menulis hal-hal positif di media sosial.

Menjadi penting dan menarik ketika kita mengembangkan Gerakan Pramuka melalui pemanfaatan media sosial, yang bertujuan untuk memodernisasi Gerakan Pramuka agar lebih diminati oleh khalayak ramai. Hal ini sejalan dengan visi dan misi kwartir Nasional Gerakan Pramuka yang dipimpin oleh Adhyaksa Dault, yaitu rebranding Pramuka agar relevan dengan zaman.

Adhyaksa Dault, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka juga pernah mengatakan akan pentingnya Pramuka memenangkan ‘pertarungan’ di era informasi. Salah satu indikator kemenangan adalah semakin banyaknya informasi positif yang disampaikan oleh segenap anggota Pramuka melalui media sosial dan produk-produk jurnalistik lainnya. Ketua Kwarnas juga menyampaikan bahwa “Yang utama adalah orangnya, media sosial adalah sarana. Jika orangnya jujur, baik, peduli, maka media sosial akan dahsyat dampaknya.”

Media sosial, sebagai media pengembangan Pramuka tetap harus memperhatikan nilai-nilai murni kepramukaan agar tidak menjadi kabur. Seperti prinsip dasar, kode kehormatan dan motto pramuka. Meskipun media sosial dan gerakan pramuka adalah dua variable yang berbeda, namun bila di integrasikan akan menjadi suatu produk yang lebih powerful.

Hari ini, Selasa, 9 Februari 2016, bangsa Indonesia memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2016.  Tentunya, dunia pers terus berprogres, terutama setelah internet menjamah peradaban manusia. Karya jurnalistik tak hanya bisa dibaca lewat surat kabar atau media cetak lainnya, tapi juga dibaca lewat berbagai perangkat elektronik canggih, seperti media sosial, yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat modern.

Oleh karena itu, mari kakak-kakak Pramuka Indonesia bersama kita menulis hal-hal positif di media sosial. Yakinlah manfaat menulis bukanlah untuk orang lain, melainkan untuk diri sendiri. menulislah untuk keabadiaan. Ayooo menulis.

Selamat Hari Pers Nasional. Salam Pramuka.

Sumber : Page FB Kwarnas Gerpram

Jambore Nasional 2016

Jamnas X tahun 2016: Salah Satu Agenda Penting yang akan Dibahas pada Rakernas Gerakan Pramuka tahun 2016 di Jakarta

Rapat persiapan Rapat Kerja Nasional (Rakernas)  Gerakan Pramuka tahun 2016 dipimpin oleh Kak Rafli Effendy ( Sesjen Kwarnas) dilaksanakan hari selasa (9/2) pukul 13.00 wib di kantor Kwarnas Gambir, Jakarta.

Hadir dalam rapat ini pimpinan Kwarnas antara lain Kak Susi Yuliati ( Waka Kwarnas Bid. Binawasa), Kak Abdul Shobur (Waka Kwarnas Bid. Lingkungan Hidup), Kak Editha Rahaded ( Waka Kwarnas Bid. Binamuda), dan Kak Fahmi Assegaf (Waka Kwarnas Bid. BUMGP) serta seluruh panitia Rakernas Gerakan Pramuka tahun 2016.

Selain membahas program Kerja tahun 2016 dan rancangan program kerja 2017. Agenda penting yang akan dibahas pada rakernas tahun ini adalah pemantapan pelaksanaan Jambore Nasional (Jamnas) X tahun 2016 yang akan dilaksanakan pada tanggal 14-21 Agustus 2016 di Bumi perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta

[Humas Kwarnas]